SHELL ROT PADA KURA KURA

 

Nama        : Neo Raka Yudistira

NIM           :193221043

Kelompok : Raillietina echinobothrida

 

 

PENYAKIT SHELL ROT PADA KURA KURA

 

Shell Rot adalah infeksi jamur atau bakteri yang umum pada cangkang Penyu atau Kura-kura, terkait dengan titik lunak pada cangkang, hiperemia, deposit fibrin, ulserasi kulit, Pengelupasan kulit, Septikemia, dehidrasi. Luka ini menyisakan ruang bagi bakteri atau jamur untuk masuk. dan tumbuh. Infeksi ini jika dibiarkan dapat membusuk melalui tulang dan masuk ke rongga tubuh.

Penyakit ini bisa terkena kepada jenis kura-kura semi aquatik dan kura-kura darat. Contoh jenis kura-kura semi aquatik antara lain, kura-kura Brazil (Red Ear Slider), kura-kura Ambon, Common Snapping turtle, Alligator Snapping Turtle. Sedangkan jenis kura-kura darat antara lain, Sulcata, Indian star, Aldabra, Kura-kura Radiata, dll.




                                     

   Shell Rot pada kura-kura Brazil (RES)                                           Shell Rot pada kura-kura darat

 

Shell rot biasanya diidentifikasi dengan adanya bintik-bintik putih atau noda putih pada cangkang kura-kura. Jika bercak putih tersebut muncul di cangkang kura-kura, penyebab shell rot biasanya lebih dari sekedar jamur. selain bintik-bintik putih yang muncul pada kura-kura dan biasanya terlihat pada tempurung kura-kura, adanya lubang-lubang kecil (bopeng, koreng) pada kulit kura-kura adalah tanda lain dari pembusukan cangkang. Jika kita meletakkan hidung kita dekat dengan kura-kura, kita bisa mencium bau cairan sedikit tidak enak yang menggenang di pelat cangkang dan muncul seperti keropeng ini. Adanya lubang atau lubang kecil (bopeng, keropeng) pada cangkang kura-kura, munculnya cairan yang agak berbau busuk yang menggenang dalam cangkang, dan kemampuan untuk menciumnya jika kita mendekatkan hidung ke kura-kura adalah tanda-tanda Shell rot.

 

Karena bisa mengakibatkan kematian, penyakit Shell rot merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi kura-kura. Kondisi air yang kotor merupakan penyebab terjadinya penyakit ini. Penyakit ini harus segera diobati dengan obat yang tepat.

Pisahkan Kura-kura yang terkena shell rot karena penyakit ini mudah tertular pada kura-kura yang sehat. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga kura-kura yang sakit di dalam kandangnya agar tidak menularkan penyakit ke kura-kura lainnya. Segera lakukan tindakan yang diperlukan dan rawat kura-kura sampai sembuh dengan menempatkannya di kandang karantina. Perawatan Rutin dengan membersihkan tempurung merupakan perawatan yang diperlukan untuk kura-kura yang terkena shell rot. Kura-kura bisa dimandikan setiap pagi dan gunakan sikat gigi yang lembut untuk menggosok cangkang kura-kura. Pastikan untuk membersihkan permukaan cangkang dengan pasta gigi juga. Kura-kura harus dikeringkan selama 20 hingga 30 menit di area yang kering (drydock) setelah itu kura-kura dibilas dengan baik. Kura-kura kemudian dapat ditempatkan di kandang yang sudah kedap udara.

 

Dalam jurnal Jadhav, R. K., Chavhan, S. G., & Bhikane, A. U. (2020). Therapeutic Management of Shell Rot in Red-Eared Turtle yang dilakukan pada kura kura pipi merah, karena tidak ada kelainan yang terlihat serta tidak ada perubahan dalam perilaku makan dengan hanya adanya pembusukan cangkang, kura-kura diobati dengan pengikisan awal bintik-bintik putih dengan pisau bedah perlahan diikuti dengan menggosok dengan sikat gigi untuk menghilangkan kotoran dan membilasnya dengan air dengan selang waktu 4 hari. Kasa kapas yang direndam dalam povidone-iodine dioleskan di atas cangkang selama 10 menit setiap hari diikuti dengan aplikasi topikal silver sulfadiazin pada bintik-bintik putih. Pemilik disarankan untuk memelihara kura-kura di air tawar dan lunak yang dalam (TDS 50-100 mg/lit) selama satu jam dan terpapar sinar matahari setiap hari selama 2 jam. Pemilik disarankan untuk melakukan perawatan rutin dengan kasa yang direndam povidone-iodine diikuti dengan silver sulfadiazine dan perubahan manajemen seperti yang disarankan selama satu bulan. Karena tidak ada kelainan lain yang dilaporkan atau terlihat, tidak ada antibiotik atau suplemen nutrisi yang diresepkan untuk kura-kura. Hilangnya secara bertahap bintik-bintik putih pada cangkang terlihat dari hari ke 10 pengobatan dengan penurunan total sekitar 30 hari pengobatan.



REFERENSI

• Assan Kasim, M., Senthil Kumar, K., & Palanivelrajan, M. (2017). Shell rot infection in red eared turtle. International Journal of Advanced Biological Research, 7(3), 634-635.

• Jadhav, R. K., Chavhan, S. G., & Bhikane, A. U. (2020). Therapeutic Management of Shell Rot in Red-Eared Turtle (Trachemys scripta elegans). Journal of Wildlife Research, 8(01), 01-03.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING