Kencing Manis pada Si Manis

 

Kencing Manis pada Si Manis

 

Apa itu Diabetes Melitus?

Diabetes melitus atau lebih umum dikenal dengan kencing manis merupakan penyakit  dimana kadar gula di dalam darah melebihi batas normal dari kadar gula seharusnya, hal ini diakibatkan karena tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin sehingga gula di dalam darah tidak dapat dimetabolisme.

Diabetes dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Tipe I (kurangnya produksi insulin)
  • Tipe II (gangguan produksi insulin bersama dengan respons yang tidak memadai terhadap hormon).

Diabetes Melitus bisa Menyerang pada Hewan Nggak, Ya?

Penyakit ini umumnya menyerang manusia, tetapi di beberapa kasus, diabetes melitus juga dapat menyerang pada hewan, salah satunya adalah kucing.  Menurut Thomas Graves, associate professor di Universitas Illinois Kedokteran Hewan, angka pasti seberapa umum terjadinya penyakit ini pada kucing belum diketahui, tetapi diperkirakan dapat terjadi pada interval 0,5%-2% dari populasi kucing yang ada di dunia. Namun, diagnosa pastinya pun belum cukup. Ia melanjutkan, diabetes melitus umumnya ditemukan pada kucing bertubuh gemuk. 

Epidemiologi Diabetes Melitus pada Kucing

Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan oleh Lina Dewi Juliana, mendapatkan hasil penelitian berdasarkan dua artikel yang ditulis oleh Mccann et al. (2007) dan O’Neill et al. (2006) yang didapatkan adalah prevalensi DM pada Kucing di Inggris 87 dari 11.225 (0,77%) terdiri dari 18/217 (8,3%) ekor (tahun 2007) dan 69/11.008 (0,62%) ekor (tahun 2016). Berdasarkan hasil ulasan dapat disimpulkan bahwa kejadian DM pada kucing di Inggris sebesar 0,77% dan paling banyak ditemukan pada ras Burmese, sedangkan berdasarkan jenis kelamin lebih banyak ditemukan pada kucing jantan.

Faktor-Faktor Penyebabnya Apa Aja sih?

Pada umumnya, penyakit diabetes melitus diakibatkan karena tubuh kucing tidak mampu menggunakan dan mengolah energi pada makanan dengan baik. Hal tersebut dapat diakibatkan karena kucing tertalu gemuk (obesitas). Selain itu, dapat juga disebabkan karena faktor keturunan. “Ada juga beberapa ras kucing yang lebih sering terkena penyakit diabetes melitus daripada ras lain. Hal ini mengindikasikan bahwa mungkin ada komponen genetik yang menjadi salah satu faktor,”ungkap Thomas. Usia dan jenis kelamin juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ini (kucing jantan lebih sering terserang daripada betina).

Apa Gejala Penyakit yang Terjadi?

“Gejala utamanya adalah peningkatan rasa haus dan urine. Meskipun gejala ini umum pada kucing dengan berat badan normal, tetapi sangan umum terlihat pada kucing obesitas,” (Thomas, 2021)

Ia menyebutkan, pada beberapa kucing, ditemukan gejala lain, yaitu nafsu makan yang meningkat tinggi. Hal ini disebabkan karena tubuh kucing tersebut tidak dapat memetabolisme makanan dengan baik.

Apa Proses Diagnosa yang Dapat Dilakukan?

Diagnosa dapat dilakukan oleh dokter hewan. Dilansir dari MSD Vet Manual, seekor kucing akan didiagnosa menderita diabetes mellitus apabila kadar gula darahnya saat puasa selalu melebihi ambang batas 75-120 mg/dL. Selain itu, ditemukannya glukosa dalam urin (glycosuria) dan kenaikan serum fructosamine juga menjadi indikasi diabetes mellitus.

Jika mengalami Diabetes Melitus, Kucingnya Gimana ya?







Penyakit diabetes melitus ini dapat menjadi pemicu munculnya penyakit-penyakit lain pada kucing. Dampak panjangnya dapat menyebabkan kematian.

Kalau Mau Mencegah Penyakitnya, Emang Bisa?

Thomas mengatakan, untuk pencegahan penyakit diabetes melitus pada kucing belum dapat dipastikan. Menurutnya, penelitian mengenai cara pencegahan diabetes ini belum ada.

Akan tetapi, ada kepercayaan umum yang biasa dilakukan dan masih belandaskan pada studi klinis, yaitu melakukan diet rendah kalori. Cara ini tidak dapat dilakukan agar kucing terhindar dari penyakit diabetes, tetapi cara ini hanya dapat mencegah dengan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh kucing. Kucing penderita diabetes tipe I membutuhkan terapi insulin untuk bertahan hidup.

REFERENSI

Ramadhani R,  2021, 7 Fakta Diabetes Mellitus, Juga Diderita Kucing Obesitas, IDN Times, 27 Oktober 2022

Juliana L. 2021, Pravelensi Diabetes Melitus Pada Kucing Di Inggris Berdasarkan Ras Dan Jenis Kelamin, Perpustakaan UGM, Oktober,

Fitriani, A., Suartha, I. N., & Widyastuti, S. K. (2016). Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal. J. Indonesia Medicus Veterinus Oktober5(5), 407-414.

 Nazwa Meiliza

Diphyllobothrium latum

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING