TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING

Nama               : Insyira Luqiyana Esa Atmaja

NIM                : 193221016

Kelompok       : 2-Davainea proglotina

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING

Toksoplasma atau toksoplasmosis pada kucing adalah infeksi yang disebabkan oleh parasite Taxoplasma gondii. Infeksi ini dialami oleh kucing bahkan bisa menularkan ke manusia. Menurut data kesehatan Amerika, di Amerika sudah lebih dari 40 juta orang terinfeksi toksoplasma. Parasite Toxoplasma gondii adalah parasite bersel satu dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop. Parasite ini bisa ditemukan di tanah, air, daging mentah, dan tempat lain. Tetapi, lebih bisa hidup lama di dalam tubuh kucing. Kucing yang terkena parasit ini biasanya disebabkan karena kucing tersebut makan hewan liar atau daging yang belum matang.

 

Parasite ini juga bisa ditemukan di dalam kotoran kucing yang terinfeksi. Dari kotoran inilah, parasite bisa menyebar ke kucing lain bahkan bisa menular ke manusia. Jika parasite tersebut menyerang orang dewasa, biasanya system imun yang mereka miliki bisa langsung melawan infeksi. Selain itu, orang dewasa dengan tingkat kesehatan baik mungkin tidak memerlukan perawat medis apa pun untuk sembuh dari serangan toksoplasmosis. Tetapi, akan berakibat fatal jika bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dan untuk orang dengan system kekebalan yang lemah, toksoplasmosis dapat menyebabkan komplikasi serius. Berita baiknya, jika sudah terinfeksi dan berhasil sembuh, maka pengidap akan memiliki kekebalan terhadap toksoplasmosis seumur hidup. Perlu diketahui bahwa toksoplasmosis terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

 

1.      Toksoplasmosis ocular merupakan infeksi bakteri T. gondii pada mata

2.      Jenis toksoplasmosis kongenital adalah penyakit yang terjadi pada janin yang terinfeksi Toxoplasma gondii, parasite protozoa, yang ditularkan dari ibu ke janin

3.      Toksoplasmosis serebral adalah infeksi bakteri T. gondii yang menyerang otak

 

Prevalensi dari toxoplasmosis adalah 25-30% dengan variasinya tergantung dari berbagai factor di setiap Negara. Angka kejadian yang diperkirakan oleh WHO adalah 1,5 kasus toxoplasmosis kongenitas per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan prevalensi infeksi toxoplasmosis pada manusia di Indonesia pernah dilaporkan sebesar 43-88%. Prevalensi toxoplasmosis pada beberapa daerah di Jawa Tengah pada tahun 2016 adalah 62,5%.

 

Awal infeksi toxoplasma pada kucing tidak menunjukkan gejala klinis, kucing tampak seperti kucing sehat. Pada tahap yang lebih lanjut maka akan tampak gejala seperti penurunan nafsu makan, demam, muntah, diare serta mukosa menjadi kuning. Toxoplasmosis gondii secara umum dapat menyerang system saraf pusat, retina, otot jantung dan otot rangka.

 

Toxoplasma gondii hidup di dalam sel epitel hospes definitive. Diagnosis infeksi protozoa ini dilakukan dengan mendapatkan antibody IgM dan IgG anti Toxoplasma gondii dalam tes serologi. Sebagai parasite, Toxoplasma gondii ditemukan dalam segala macam sel jaringan tubuh kecuali sel darah merah mamalia. Pada umumnya parasite ini ditemukan dalam sel retikulo endothelial dan system syaraf pusat. Toxoplasmosis pada kucing umunya jarang disertai gejala klinis meskipun kucing tersebut terinfeksi oleh berjuta-juta ookista.

 

Kotoran kucing dapat mengandung parasite penyebab infeksi yang disebut Toxoplasma. Toxoplasmosis biasanya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Gejalanya mirip seperti flu biasa. Individu yang terinfeksi tokso mungkin mengalami demam ringan, batuk, sakit kepala, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar leher. Jika terinfeksi tokso saat hamil, parasite ini bisa menyebabkan cacat lahir serius seperti kerusakan mata dan otak pada janin.

 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari toxoplasma adalah pastikan kucing peliharaan hanya makan makanan basah atau kering yang matang dan dikemas dengan benar. Selain itu, kucing jangan sampai memakan tikus atau hewan liar lainnya. Jangan lupa untuk membersihkan kotak kotorannya setiap hari agar tidak ada bakteri atau kuman dan pisahkan kotor-kotoran kucing dengan kucing lainnya, jika memiliki lebih dari satu kucing.

 

#TUGASHALOHMKH2022

#INSYIRA_LUQIYANA_ESA_ATMAJA

#02_DAVAINEAPROGLOTINA

#KHSIKIAUNAIR

#VIVAVETERINER

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing