penyakit metabolic bone disease pada iguana
Tugas : artikel penyakit pada pet atau satwa liar
Nama : wayan ari wijaya
NIM: 193221049
METABOLIC BONE DISEASE
Metabolic bone disease adalah
sebuah penyakit yang sering menyerang pada iguana dan kura kura, jarang
ditemukan pada ular ataupun biawak dikarena asupan makanan yang sudah mencukupi
kebutuhan kalsium tubuh. Dimana metabolic bone disease itu sendiri adalah
kondisi atau keadaan dimana proses metabolisme mineral kalsium dalam tubuh
terganggu. Kebanyakan metabolic bone disease menyerang pada hewan reptile yang
membutuhkan sinar matahari, sedangkan iguana sendiri sebagai reptile yang
membutuhkan sinar matahari dalam produksi vitamin D3.
Iguana yang diberi makanan dengan rendah kalsium, tinggi
oksalat, dan tinggi phosphate dapat beresiko dan reptile yang jarang terkena
sinar matahari. Kebanyakan kasus MBD (metabolic bone disease) menyerang pada
iguana muda. Akan tetapi dalam kasus kerusakan ginjal yang merupakan masalah
umum pada iguana berusia tua yang disebabkan karena pemberian pakan yang tidak
tepat. Ketika itu terjadi, itu menyebabkan kondisi yang disebut gout dan
hiperparatiroidisme sekunder ginjal yang dapat menjadi faktor yang
berkontribusi terhadap MBD. Masalah ini menyebabkan peningkatan kadar fosfor
dalam darah hewan yang juga berkontribusi terhadap MBD.
Gejala Apa Yang Tampak Dari Metabolic
Bone Disease?
- Terjadi
pembengkakan pada tungkai kaki (limbs)
- Bowed
Leg (kaki bengkok)
- Rahang
membengkak dan melunak (rubber jaw) dan kepala tampak membulat (rounded
head)
- Lameness
(inkoordinasi gerak)
- Paralisa
(kelumpuhan) menyebabkan hewan tidak bisa bergerak,memanjat, dan
mengangkat badannya.
- Otot-otot
mengalami tremors dan bergerak gemetar
- Kelemahan
umum
- Kehilangan
nafsu makan
- Kehilangan
berat badan
- Tampak
adanya bentukan dan benjolan yang keras pada tungkai dan sepanjang tulang
belakang (spine)
- Pelunakan
tempurung pada kura-kura
- Susah
buang air besar (konstipasi)
Apa Penyebab Metabolic Bone Disease
Pada iguana
Kalsium dan fosfor
merupakan kompenen utama pada tulang
reptile. Pada tulang dan tumpurung kalsium tampak kokoh dan tidak
tergantikan, namun pada kenyataanya dalam tulang dan terjadi proses reabsorbsi kalsium untuk tetap
mempertahankan kekokohan struktur tulang dan.
Pada beberapa
komposisi pakan, perbandingan konsentrasi kalsium dan fosfor sangatlah penting
yaitu 1:1 dan 2:1. Selain itu dalam pakan haruslah terdapat tambahan
vitamin D3 yang cukup untuk membantu tubuh menyerap kalsium. Ketidakseimbangan
kalsium, fosfor, dan vitamin D3 sangat berpengaruh dalam metabolismenya yang
dapat menimbulkan gangguan dan penyakit. Metabolic bone disease juga terjadi
pada peristiwa-peristiwa berikut :
- Rendahnya
kalsium dalam pakan
- Tingginya
kandungan fosfor dalam pakan
- Tinggi
rendahnya kandungan vitamin D3 dalam pakan
- Substansi
tertentu yang dapat mengganggu absorbs kalsium dalam pakan seperti oksalat
dan lemak
- Kekurangan
jumlah protein dalam pakan
- Kurangnya
paparan sinar ultraviolet A dan Ultraviolet B cahaya matahari sehingga
akan menurunkan penghasilan vitamin D3 dalam tubuh
- Penyakit
dalam organ lain yang dapat mempengaruhi penyerapan kalsium, fosfor, dan
vitamin D3 seperti gangguan liver, ginjal, kelenjar parathyroid, dan usus)
- Lingkungan
yang buruk seperti terlalu dinginnya suhu, sehingga akan merusak
pencernaan dan penyerapan kalsium.
Bagaimana Cara Mendiagnosa
Metabolic Bone Disease?
Untuk mendiagnosa penyakit metabolic tulang
didasarkan pada temuan pemeriksaan fisik dari gejala yang tampak, nutrisi dan
riwayat kesehatan hewan (anamnesa), radiografi (rontgen) untuk mengetahui
adanya terjadi patah tulang (fraktur) dan membantu menilai serta menentukan
tingkat keparahan penyakit. Serta dengan melihat hasil pasca pengobatan.
Gejala Apa Yang Tampak Dari Metabolic
Bone Disease?
- Terjadi
pembengkakan pada tungkai kaki (limbs)
- Bowed
Leg (kaki bengkok)
- Rahang
membengkak dan melunak (rubber jaw) dan kepala tampak membulat (rounded
head)
- Lameness
(inkoordinasi gerak)
- Paralisa
(kelumpuhan) menyebabkan hewan tidak bisa bergerak,memanjat, dan
mengangkat badannya.
- Otot-otot
mengalami tremors dan bergerak gemetar
- Kelemahan
umum
- Kehilangan
nafsu makan
- Kehilangan
berat badan
- Tampak
adanya bentukan dan benjolan yang keras pada tungkai dan sepanjang tulang
belakang (spine)
- Pelunakan
tempurung pada kura-kura
- Susah
buang air besar (konstipasi)
Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegah
Metabolic Bone Disease?
Berikan pakan
dengan nutrisi yang seimbang terutama pada kalsium, fosfor, dan protein. Untuk
reptile herbivore yang memberikan makanan berupa selada dan buah-buahan karena
sedikit mengandung kalsium, berikan sayuran berwarna hijau tua yang rendah
oxalate dan perlu penambahan suplemen kalsium. Pada hewan reptil pemakan
serangga, beri serangga suplemen tinggi kalsium sehingga akan mencukupi
kebutuhan kalsium reptile atau kura-kura ketika memakan serangga. Untuk reptile
carnivore pemberian mangsa beserta tulangnya mampu mencegah terjadinya
metabolic bone disease dengan di tambahkan suplementasi kalsium. Konsultasikan
dengan dokter hewan mengenai nutrisi yang tepat untuk reptile dan kura-kura
anda agar memperoleh nutrisi kalsium dan fosfor yang seimbang. Rajapet memiliki
produk makanan yang di formulasikan khusus untuk tortoise (kura-kura) dan
reptile herbivore yang sulit untuk memperoleh sayuran dengan kalsium yang cukup
untuk reptile yaitu PRODAC TARVEGETAL yang cocok untuk memenuhi kebutuhan mineral
dan kalsium kura-kura dan iguana herbivore karena PRODAC TARVEGETAL diperkaya dengan kalsium, vitamin D3 dan K3
yang membantu untuk proses metabolisme dari kalsium dan mengandung bahan-bahan
kaya antioksidan seperti (buah apel, cranberries, dan wheat germ) dan omega-3
dan omega-6 yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh reptile dan
kura-kura.
- Sinari
dengan sinar matahari ultraviolet B selama 12 jam setiap hari. Jika lokasi
pemeliharaan indoor berikan cahaya fluorescent dengan panjang gelombang
cahaya menyerupai sinar UV B yaitu 290-320 nanometer, dan letakan cahaya
12-18 inches dari hewan .
- Selalu
perhatikan siklus gelap dan terang hewan terutama pada hewan yang
dipelihara indoor. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk mengetahui
berapa panjangnya siklus
- Berikan
ruang unutk hewan melakukan excercise
- Jaga
suhu yang optimal untuk setiap hewan. Kebutuhan suhu masing-masing reptile
dan kura-kura berbeda. Selalu konsultasi dengan dokter hewan.
- Berikan
hewan suplementasi kalsium secara langsung baik melalui oral ataupun
injeksi (disuntikan) sediaan yang bisa diberikan adalah calcium
glubionate, calcium lactate atau calcium gluconate. Jika kondisi kalsium
sudah menjadi normal berikan suplemen kalsium calcitonin unutk menjaga
kadar kalsium dalam tubuh reptile ataupun kura-kura.
- Dalam
kondisi yang parah sampai hewan tidak bisa makan maka perlu dilakukan
force feeding atau pemaksaan makan ke dalam mulut hewan sampai kondisi
kembali kuat.

Komentar
Posting Komentar