Pneumonia Pada Kucing


Nama : Dewi Anggraeni

NIM : 193221042

Kelompok : Moniezia Benedini

Pneumonia Pada Kucing



Pneumonia merupakan kondisi ketika paru-paru mengalami peradangan akibat infeksi, sehingga proses pernapasan terganggu. Hewan juga bisa mengalami penyakit ini, termasuk kucing. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga jamur.

Epidemiologi: 

a.) Infeksi bakteri atau virus

Penyebab paling umum pneumonia pada kucing adalah infeksi virus atau bakteri. Beberapa virus penyebabnya meliputi Feline calicivirus, virus influenza, dan virus

b.) Infeksi jamur

Pneumonia pada kucing juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur. Hal ini bisa terjadi ketika kucing menghirup spora jamur pada tanah atau kotoran, kemudian spora jamur tumbuh di dalam tubuh kucing dan menginfeksi paru-parunya.

c.) Infeksi parasit

Parasit tertentu, seperti cacing dan amoeba, juga bisa menyebabkan pneumonia pada kucing bisa. Biasanya, kucing dapat tertular parasit ini dari makanan atau minuman yang tercemar.

d.) Pneumonia aspirasi

Apabila kucingmu batuk parah dan sesak napas setelah ia tersedak makanan atau minuman, bisa jadi ia mengalami pneumonia aspirasi. Pneumonia ini terjadi karena kucing tidak sengaja menghirup benda asing, seperti air kotor, muntahannya sendiri, atau makanan

Pengenalan penyakit (gejala klinis, patologi, diagnosa)

a.) Gejala klinis:

-Sesak napas atau napas terlihat dangkal dan cepat

-Suara napas berisik atau berbunyi

-Batuk-batuk, terkadang batuk bisa disertai nanah atau darah

-Lelah dan lesu

-Keluar cairan dari hidung

-Mulut dan gusi kucing tampak kebiruan atau keunguan

b.) Patologi: Pneumonia, penyakit paru-paru yang menular, dapat disalahkan pada sejumlah organisme – bakteri, virus, dan jamur. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, sulit bernapas, dan kurang nafsu makan. Jika kucing Anda menderita pneumonia, obat-obatan untuk mengobati penyebab yang mendasarinya dan perawatan suportif biasanya dianjurkan. Menjaga kucing Anda saat ini pada vaksinasi dan secara umum kesehatan yang baik adalah pencegahan terbaik untuk penyakit ini.

c.) Diagnosa: Karena berbagai organisme dapat menyebabkan pneumonia, tanda-tanda klinis tambahan dapat dikaitkan dengan agen penyebab. Sebagai contoh, virus FIP dapat menyebabkan pneumonia tetapi tanda-tanda klinis tambahan mungkin termasuk muntah, diare, atau komplikasi lainnya.

Memperoleh riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik adalah langkah pertama dalam mendiagnosis pneumonia. Ketika seorang dokter hewan memeriksa kucing, dia akan mendengarkan peti dengan stetoskop untuk menentukan apakah suara udara di paru-paru dan saluran udara normal dan apakah ada kelainan jantung yang terdengar.

Banyak dokter hewan menggunakan hasil radiografi dada (sinar-X) untuk membantu memastikan diagnosis pneumonia. Setelah pneumonia didiagnosis, pengujian tambahan dapat direkomendasikan untuk membantu mengidentifikasi organisme yang bertanggung jawab dan untuk mencari kemungkinan penyebab penyakit.

Dampak penyakit: Saat terkena pneumonia, kucing akan tampak lesu dan nafsu makannya menurun. Bila tidak segera diobati, kucing yang terserang pnumonia akan mengalami dehidrasi dan sesak napas. Kondisi ini berbahaya karena berisiko menyebabkan kematian

Pencegahan penyakit, Pencegahan pneumonia hanya mungkin sejauh penyakit menular dicegah melalui vaksinasi rutin dan ujian kesehatan teratur. Pencegahan pneumonia berat dimungkinkan dengan pengobatan dini terhadap tanda-tanda penyakit pernapasan. Hal ini terutama berlaku untuk ras dan kucing brachycephalic dengan penyakit mendasar yang sudah ada sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING