penyakit monkeypox pada kera

 

Tugas : artikel penyakit pada pet atau satwa liar 

Nama : reza adrio farzei

NIM: 193221004

MONKEYPOX



Dekripsi:

Penyakit Cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat. Menurut WHO saat ini cacar monyet dilaporkan telah meluas ke 12 negara non endemis yang berada di 3 regional WHO, yaitu regional Eropa, Amerika, dan Western Pacific. Hal ini tentu saja meresahkan masyarakat umum di tengah mulai menurunnya kasus Covid 19. Mari kita ketahui lebih jauh tentang penyakit cacar monyet atau sering disebut dengan monkeypox ini ?

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi. Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Pada saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, hal tersebut yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet atau monkeypox. Kasus cacar monyet pertama yang menginfeksi manusia tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak saat itu, kasus cacar monyet dilaporkan telah menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat lainnya seperti : Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, dan Sierra Leone.

Epidemiologi:

Menurut data epidemiologi, cacar monyet atau monkeypox paling sering ditemukan di negara-negara Afrika. Sekitar 90% kasus terjadi pada anak-anak berusia <15 tahun. Penyakit ini dilaporkan terjadi dalam rasio yang sama antara laki-laki dan perempuan serta tidak memiliki prevalensi terhadap ras tertentu. Angka kejadian tertinggi di Afrika dikaitkan dengan banyaknya hutan hujan tropis yang merupakan habitat alami dari hewan-hewan reservoir virus monkeypox.[2,7]

Global

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada manusia di tahun 1970 di Republik Kongo. Sejak pertama kali ditemukan hingga tahun 1980, terdapat 59 kasus yang dilaporkan di area perhutanan Afrika Barat dan Afrika Tengah di mana penduduk diduga berkontak dengan binatang hutan, seperti tikus, tupai, dan monyet.[4,5]

Setelah itu, selama tahun 1980–1986, sekitar 388 kasus dilaporkan di Republik Kongo. Suatu outbreak terjadi pada tahun 1996–1997 di Republik Kongo dengan attack rate sekitar 22 kasus per 1.000 orang. Lalu, pada tahun 2003, 11 kasus dengan 1 kematian ditemukan kembali di Republik Kongo. Pada tahun 2005, 10 kasus baru juga ditemukan di Sudan.[4,5]

Outbreak juga terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2003. Saat itu dilaporkan ada 71 kasus suspek yang terjadi di enam negara bagian. Outbreak ini diduga terjadi akibat penularan dari anjing prairie yang tertular oleh tikus Afrika saat berada di tempat penangkaran hewan di Illinois. Dua kasus juga dilaporkan terjadi di Inggris pada tahun 2018. Keduanya terinfeksi setelah bepergian ke Nigeria. Kasus ini merupakan kasus pertama yang dilaporkan kembali setelah kasus di Amerika pada tahun 2003.[4,5,8]

Pada bulan Mei 2022, monkeypox dilaporkan terjadi di beberapa negara nonendemik, seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Jerman, Prancis, Belanda, Portugal, Italia, Spanyol, Swedia, dan United Kingdom. Sejak tanggal 13–21 Mei 2022, ada total 92 kasus yang terkonfirmasi dan 28 kasus suspek. Studi epidemiologi lebih lanjut masih dilakukan untuk menganalisis kejadian ini.[16]

 

Pengenalan penyakit:

Monkeypox memiliki gejala klinis sebagai berikut

·         Sakit kepala.

·         Demam akut >38,5oC.

·         Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)

·         Nyeri otot/Myalgia.

·         Sakit punggung.

·         Asthenia (kelemahan tubuh)

·         Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

 

Patologi :

Virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar Smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar Smallpox).

Diagnose:

Diagnosis cacar monyet atau monkeypox dapat ditegakkan melalui kultur virus dari swab nasofaring atau swab orofaring, pemeriksaan polymerase chain reaction dengan sampel dari lesi kulit, pemeriksaan imunohistokimia, dan pemeriksaan serologi

Dampak penyakit:

Monkeypox bisa menjadi penyakit derajat berat dan berpotensi menyebabkan komplikasi penyakit seperti infeksi sekunder, bronkopneumonia, sepsis, dan ensefalitis. Infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan manakala tidak segera mendapatkan penanganan medis

Pencegahan penyakit:

Cacar monyet merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu. Namun, tentu kita tetap perlu melindungi diri dan keluarga agar terhindar dari penyakit ini. Beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan, seperti: 

  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Memasak daging dengan benar dan matang
  • Menghindari kontak dengan hewan liar 
  • Menghindari berbagi penggunaan alat makan dengan orang lain
  • Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi

 #TUGASHALOHMKH2022

#REZA_ADRIO_FAREZI

#04_ANCYLOSTOMA CANINUM

#KHSIKIAUNAIR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING