Penyakit ISPA yang Menyerang Kucing

 

Nama : Syalzaesha Ainun Fatehah Pengestu

NIM : 193221017

Kelompok 2 – Davainea Proglotina

 

Penyakit ISPA yang Menyerang Kucing

 

Apa itu ISPA?

ISPA merupakan Infeksi Saluran Pernafasan Atas. Infeksi ini juga dapat menyerang pada kucing. Pilek pada kucing adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Selain itu, fungal atau jamur juga bisa menyebabkan infeksi di bagian saluran pernapasan. Bersin dan pilek adalah indikasi bahwasanya kucing Anda terkena penyakit flu. Kasus pilek pada kucing memiliki kesamaan dengan manusia, flu kucing juga menular. Ini berarti kucing di luar rumah lebih mudah terkena virus flu, daripada kucing yang rumahan yang jarang bercengkrama dengan kucing lainnya. Namun flu pada kucing tidak menular ke manusia.

Epidemiologi virus penyebab ISPA

Feline Calicivirus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dari famill caliciviridae. Virus calici ini merupakan salah satu dari jenis cat tu yang paling sering menyerang kucing selain herpes virus (FHV). Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung (pernafasan) dan mulut. Karena partikel virus yang sangat kecil dan mudah menempel pada sembarang tempat seperti lantai, tempat tidur kucing, makanan, air minum, dan bahkan baju atau tangan manusia yang tidak steril, maka penularan dapat sangat cepat terjadi. Masa inkubasi dan virus ini relatif cepat yaitu 2-4 hari. Saat virus calici ini sudah masuk ke dalam tubuh, maka selanjutnya virus ini akan memperbanyak din replikasi) pada sel epitel di saluran pernafasan, conjunctiva, lidah dan premuosit alveoli paru-paru

Berdasarkan tingkat keganasannya (pathogenisitas) virus ini dibagi menjadi 4 tipe

1.      Mild calici gejala dinis ringan, dan apabila daya tahan tubuh tinggi maka dapat sembuh dengan sendirinya, tingkat kesembuhan tinggi >90%

2.      Moderate callo gejala idinis tampak jelas, seperti mata berair, bersin, pilek, anorexia, demam, ulkus pada lidah, salviasi dan sesak nafas. Tingkat kematian pada tipe ini cukup tinggi yaitu 50%

3.      Limping Kitten Syndrome dapat terjadi pada kucing yang baru lahir, dengan gejala arthritis, serta pembengkakan dan nyeri sendi

4.      Virulent strain of calici virus (FCV-a) merupakan tipe yang paling ganas dan mematikan, tingkat kematian > 60%. Gejala yang tampak dapat berupa pembengkakan pada muka dan paw, demam, sesak nafas ulkus lidah yang parah (dapat sampai berdarah), perdarahan dan hidung (epistaksis), dan dapat disertai dengan kekuningan pada membran mukosa Gaundice)

ISPA pada kucing

Feline calicivirus dan feline herpesvirus menyumbang 80 hingga 90% dari semua masalah pernapasan bagian atas yang menular. Virus-virus ini banyak ditemukan di tempat penampungan hewan, kandang kucing dan rumah tangga yang memiliki banyak kucing. Virus ini dapat ditularkan secara langsung dari kucing ke kucing lain dengan interaksi satu sama lain. Bisa ditularkan melalui tempat makan dan minum yang digunakan Bersama. Kucing yang tertular virus ini akan menjadi pembawa virus seumur hidupnnya meskipun tanpa ada gejala, mereka tetap dapat menularkan virus ke kucing lain.

Infeksi ini juga dapat disebabkan oleh bakteri. Bakteri Chlamydia dan Bordetella. Bakteri tersebut biasanya ditemukan di tempat penampungan  dan tempat-tempat yang banyak kucing. Bakteri ini lebih banyak menyerang anjing daripada kucing. Bakteri Bordetella biasanya dikaitkan dengan stres dan ruang lingkup kucing yang terlalu padat

Kucing yang mengalami ISPA akan menunjukkan gejala klinis yang beragam seperti bersin, batuk, demam, mengalami kelainan bernafas (nafas cepat atau melambat), keluarnya leleran/discharge dari rongga hidung, hipersalivasi, kemudian terlihat produksi air mata berlebihan dan diikuti dengan pembengkakan limfonodus (Britton and Davies, 2010).  

Mendiagnosa ISPA pada kucing

Hal yang berperean dalam ketahanan kucing terhadap ISPA yaitu usia, vaksinasi, dan kondisi fisik. Kucingyang sering melakukan interaksi lebih rentan terkena virus penyebab ISPA. Stress juga dapat menyebabkan kucing rentan  terkena ISPA. Kucing yang telah terkena virus penyebab ISPA akan menjadi pembawa seumur hidup meski mereka tanpa gejala. Kucing ras bermuka datar juga lebih rentan terpapar virus penyebab ISPA karena struktur wajah mereka.

Jika sudah terlihat gejala-gejala pada kucing peliharaan, segera bawa kucing ke dokter hewan unutuk diperiksa, pemeriksaan singkat oleh dokter hewan dapat membantu kebutuhan kesembuhan kucing anda. Hindari diagnose sendiri, hal tersebut dapat menyebabkan kemungkinan kucing lain daoat tertular jika kucing anda terjangkit ISPA dan membutuhkan obat dan atibiotik.

Dampak penyakit ISPA pada kucing

·         Kucing yang sudah terkena virus, maka kucing tersebut akan menjadi pembawa virus penyebab ISPA seumur hidup dan dapat menularkan virus tersebut ke kucing lainya.

·         Kucing mengalami ganguan pernafasan dan jika tidak ditangani lebih lanjut dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan Penyakit ISPA pada Kucing

·         Meminimalisir kucing anda keluar rumah untuk mencegah resiko tertular virus penyebab ISPA dari kucing lain yang telah terinfeksi.

·         Jika kucing telah terinfeksi maka isolasi dengan benar kucing tersebut agar tidak menularkan ke kucing lainnya.

·         Jangan biarkan kuicng stress.

·         Pastikan kucing anda telah diberi vaksin terbaru yang telah direkomendasikan oleh dokter hewan.

·         Periksakan kucing anda secara rutin ke dokter hewan,

·         Pertahanan terbaik kucing melawan infeksi saluran pernapasan atas adalah sistem kekebalan tubuh yang baik.

·         Jaga kebersihan anda saat memegang kucing lain dengan cuci tangan

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING