penyakit bladder stone pada sulcata

 Tugas : artikel penyakit pada pet dan satwa iar 

Nama : Wira Tirta Jaladara

NIM: 193221052

                        BLADDER STONE 

Dekripsi :

Bladder stone merupakan kasus yang cukup sering ditemukan pada reptil terutama kura darat (tortoise) dan iguana (Frye, 1991a). Bladder stone pada reptil sering tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada saat dilakukan pemeriksaan palpasi dan atau radiologi (Frye, 1991b). Pada kasus ini diagnosa bladder stone diteguhkan dengan pemeriksaan radiologis/Rontgent dengan ditemukannya urolit dengan ukuran 9,5 x 8,2 cm dalam vesica urinaria. Bladder stone biasanya terinduksi akibat asupan kalsium yang berlebih ataupun kondisi dehidrasi yang mengakibatkan konsentrasi deposit urat dari ginjal menjadi batuan dalam kandung kemih (Lightfoot, 1999). Kasus bladderstone pada kura-kura darat ini diduga sudah ada pada saat kura darat ini dibeli dari pemilik sebelumnya. Kondisi kandang outdoor dan tidak tersedianya air minum diduga menjadi pemicu membesarnya bladder stone yang sebelumnya sudah ada, terbukti dengan perawatan dan pakan yang sama, hanya satu dari tiga ekor yang mengalami bladder stone, sedang 2 lain kondisinya sehat.

Epidemiologi:

Kasus bladder stone sering ditemukan pada kura-kura darat dan bebebrapa reptil lainya. Penentuan diagnosis adanya bladder stone ini di klinik praktisi dokter hewan seringkali didasarkan ketika gejala klinis sudah menciri, dimana kondisi pasien sudah parah. Terapi surgery/operasi menjadi pilihan utama karena ukuran urolit yang sudah sangat besar dimana penggunaan obat penghancur urolit tidak efektif. Evakuasi urolit harus dilakukan secara hati-hati dan diikuti flushing vesika urinaria untuk membersihkan vesika dari kemungkinan adanya serpihan urolit.

Gejala klinis :

Gejala yang muncul pada kura-kura yang menderita bladder calculi antara lain anoreksia, konstipasi, egg binding, dysuria dan pertumbuhan yang lambat (Wright 2008).

Ø  Anoreksia

Ø  Konstipasi

Ø  Egg binding

Ø  Dysuria

Ø  Pertumbuhan lambat

Patologi:

Pemberian pakan dengan komposisi yang tidak seimbang juga menjadi penyebab bladder stone pada kura-kura. Di alam kura-kura mengkonsumsi buah dan sayur secara seimbang sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh. Jangan kelebihan protein atau kalsium, karena protein yang tidak terserap dengan sempurna dapat mengakibatkan over protein sehingga berpotensi mengendap dan mengalami penumpukan sehingga menyebabkan bladder stone. Karena itu untuk menjaga keseimbangan komposisi pehobi menggunakan pelet khusus kura-kura sebagai alternatif pakan.

 

Diagnose:

Diagnosis yang timbul pada kura-kura yang menderita bladder stone dapat dilihat dari beberapa perilaku kura-kura. Pertama kura-kura terlihat lemas dan kurang agresif, biasanya kura-kura menjadi lebih sering tidur dan sangat jarang bergerak. Kedua penurunan pada nafsu makan kura-kura, penurunan nafsu makan ini bisa disebabkan karena ada penyumbatan pada anus kura-kura sehingga kotoran tidak bisa keluar atau bisa juga gejala masalah pencernaan lain. Ketiga kura-kura kesulitan dalam mengeluarkan kotoran. Saat melakukan penjemuran rutin biasanya kura-kura akan mengeluarkan kotorannya, jika saat mengeluarkan kotoran kura-kura terlihat kesulitan dan ada suara erangan maka ada kemungkinan kura-kura terkena Bladder stone. Keempat berjalan pincang atau kaki terlihat lebih pincang dari biasanya. Hal itu akibat adanya tekanan mekanis dari batu kandung kemih di area sekitar anus yang menyebabkan kura-kura tidak leluasa bergerak. Tetapi untuk memastikan keadaan kura-kura dengan tepat dapat dilakukan rontgen.

 

Dampak penyakit:

Dampak penyakit bladder stone ini yaitu kura-kura lemas dan tidak mau makan yang berujung pada kematian.

 

Pencegahan penyakit:

Pencegahan yang bisa dilakukan agar kura-kura tidak terkena bladder stone yaitu dengan cara

Ø  Mengatur pola makan

Ø  Tetap berikan air minum meski memakan sayur yang banyak mengandung air

Ø  Berikan protein dan kalsium sesuai takar yang pas

Ø  Doakan agar kura-kura kalian selalu sehat

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING