Pengaruh Virus CDV Pada Harimau Sumatera
kresna ryan ardhiansyah/193221032
Canine distemper virus (CDV) dikenal sebagai penyebab distemper anjing. Namun, pada 2016 Komite Internasional Taksonomi Virus (ICTV). Canine Distemper Virus (CDV) biasa menjangkiti anjing. Tapi studi mengungkap bahwa ternyata CDV tak hanya menjangkiti anjing karena pada tahun 2000 dilaporkan virus ini menyerang seluruh keluarga karnivora mulai dari rakun, dubuk, hingga singa.Penyakit ini mengancam spesies yang terancam punah dan dilindungi yakni harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae).
*Deskripsi penyakit
Distemper merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus CDV (Canine Distemper Virus). Penyakit ini lebih sering terjadi pada anjing muda dengan umur < 1 tahun, tetapi dapat juga terjadi pada anjing dewasa (1 – 10 tahun) yang tidak pernah divaksin atau vaksin tahunan tidak rutin., beberapa tanda klinis seperti keluarnya leleran cairan seourusa atau mokopulen dari mata dan hidung, Letargi, dan Anoreksia .Gangguan pencernaan yang timbul dapat berupa muntah dan diare, sementara gangguan pernapasan berupa batuk, bersin, kesulitan bernapas, dan radang paru-paru.Infeksi bakteri secara sekunder dapat memperparah tanda klinis. Luka kulit berupa Dermintasi bisa ditemukan. Anjing yang berhasil melewati fase akut, meskipun jarang, dapat mengalami Hipertakosis pada telapak kaki dan hidung. Infeksi pada anjing muda sering kali menimbulkan hipoplasia gigi.
*Epidiomologi
Penyakit ini menyerang 3 organ utama yaitu: saluran pernafasan, saluran pencernaan dan sistem saraf. Selain 3 organ utama tersebut, penyakit ini juga dapat menyerang kulit dan mata. Kulit anjing yang terkena distemper akan menjadi kemerahan dan mengelupas, selain itu kulit pada telapak kaki (pad) akan mengeras sehingga dikenal pula dengan istilah hard pad disease.
*pengenalan penyakit
Pada beberapa
kasus distemper, kerusakan juga dapat
terjadi pada kornea mata, kornea mata akan tampak berwarna lebih keruh dan
kadang disertai dengan luka pada kornea yang dapat berujung pada kebutaan Pada
Harimau sumatera.
*dampak penyakit
The International Union
for the Conservation of Nature (IUCN) memperkirakan dari 400 hingga 500 harimau
sumatra yang saat ini tersisa, hanya 176 hingga 271 yang mampu berkembang biak. Belum
ada obat khusus yang bisa memusnahkan atau
melumpuhkan virus tersebut. Infeksi virus distemper dapat
dengan cepat menyerang dan bisa berakibat fatal
apabila tidak segera ditangani.
*pencegahan penyakit
untuk upaya penangulangan saat ini masih belum ada yang tepat sehingga mungkin hal yang dapat dilakukan seperti menjaga kebersihan kandang,selalu menjaga kebersihan hewan tersebut dan melakukan beberapa vaksin seperti pemberian vitamin dan kebersihan makanan

Komentar
Posting Komentar