Helminthiasis Pada Kucing

Nama : Aufa Hilma Sabrina
NIM : 193221015
Kelompok : Davainea Proglotina

Helminthiasis Pada Kucing


Helminthiasis merupakan penyakit akibat infeksi cacing dalam tubuh. Penyakit ini sudah sering ditemukan pada kucing. Spesies cacing yang dapat menginfeksi kucing bermacam-macam jenisnya. Bahkan dalam waktu yang bersamaan sekalipun, berbagai spesies dapat menginfeksi beberapa organ pada kucing yang seringkali menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Terdapat 2 jenis cacing yang paling sering dijumpai pada usus kucing, yaitu cacing gilig (Toxocara cati, Toxocaris leonina, dan Ancylostoma braziliense ) dan cacing pita (Dypilidium caninum dan Taenia taeniaeformim)

Pada dasarnya kucing dari semua usia dan ras dapat menderita cacingan. Anak kucing yang baru lahir dapat tertular cacing dari induknya. Anak kucing yang terserang cacingan dapat mengalami diare berkepanjangan, terhambat pertumbuhannya atau mati karena kekurangan cairan (dehidrasi) dan kekurangan gizi. Dan kucing dewasa dapat terinfeksi cacing melalui telur cacing yang tidak sengaja tertelan. Kutu terkadang juga dapat membawa telur cacing sehingga dapat menimbulkan kucing terinfeksi.

Pada umumnya, kucing yang mengalami helminthiasis akan memiliki perut buncit, membran nictitans (selaput mata) terlihat, kurus, rambut rontok dan kusam, diare (feses coklat-kuning pasta dengan bau menyengat dan berdarah), lemas hingga kematian jika telah terinfeksi berat. Selain itu, gejala spesifik yang dapat diamati adalah ditemukannya segmen cacing pada feses kucing. Segmen ini dapat berupa telur atau cacing. Kucing yang terinfeksi helminthiasis biasanya tubuhnya akan kurus walaupun nafsu makannya bagus, hal ini disebabkan nutrisi pakan yang masuk ke tubuh kucing tidak dapat dicerna dengan maksimal oleh organ pencernaan si kucing karena adanya cacing pada saluran tersebut, karena ketidakmampuan usus mencerna nutrisi dari pakan dengan sempurna sehingga menyebabkan feses cair atau diare.

Pengobatan terbaik sekaligus mencegah penyakit cacingan adalah membawa kucing peliharaan ke dokter hewan untuk mengetahui kondisi dan pengobatan apa yang sesuai. Untuk mengobati kucing cacingan, umumnya dokter hewan akan meresepkan obat cacing oral atau suntik yang akan membunuh cacing dewasa dan larva yang ada pada usus setelah mendiagnosis. Ada banyak obat cacing untuk kucing yang bisa diberikan seperti Panacur (fenbendazole) dan Drontal Plus (pyrantel, praziquantel, fenbendazole) dapat digunakan untuk mengobati infeksi cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing pita. Namun, obat-obat ini harus diberikan dengan hati-hati kepada kucing sesuai dengan petunjuk dokter hewan karena setiap kucing memiliki gejala dan jenis cacing yang berbeda, sehingga cara penyembuhan, obat dan dosisnya pun tidak bisa disamakan.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko terjadinya helminthiasis :
  1. Bersihkan kandang kucing setiap hari, meliputi seluruh peralatannya seperti tempat makan, litter box, tempat tidur, dan lainnya.
  2. Periksa secara konsisten kotoran (padat, lembek, cair), periksa apakah terdapat segmen cacing yang ikut keluar bersama kotoran, periksa adakah darah pada kotorannya, apabila ada darah, menandakan dinding usus atau lambung kucing terluka.
  3. Perhatikan kesehatan dan kelembapan pada bulu dan kulit kucing, kucing yang cacingan bulunya akan terlihat kusam, kering, dan berdiri. Perhatikan juga warna gusi kucing, warna gusi normal pada kucing adalah merah atau merah muda. Gusi yang berwarna pucat mengindikasikan terjadinya anemia dalam tubuh kucing, anemia dapat disebabkan oleh cacing yang menyerap nutrisi dalam jaringan tubuh kucing atau karena infeksi sehingga terjadi perdarahan di dalam tubuh kucing.
  4. Lakukan penimbangan berat badan pada kucing secara rutin minimal seminggu sekali, waspadai penurunan berat badan yang signifikan pada kucing, perhatikan kucing yang tubuhnya semakin kurus dengan perut yang membuncit.
  5. Mandikan kucing seperlunya saja, tidak kurang dari 2 minggu sekali. Hal ini karena kucing berisiko dapat menelan telur cacing saat dimandikan.
  6. Kurangi frekuensi kucing bermain di luar rumah.
  7. Atur pakan yang sesuai dan terjamin kebersihannya.


#TUGASHALOHMKH2022
#AUFA_HILMA_SABRINA
#02_DAVAINEAPROGLOTINA
#KHSIKIAUNAIR
#VIVAVETERINER

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING

Penyakit Rabies Pada Monyet