Feline Leukemia Virus
Feline
Leukemia Virus
Feline
Leukaemia Virus ( FeLV) atau biasa disebut dengan leukemia kucing adalah
retrovirus, virus tersebut bergabung dalam kelompok virus HIV yang menghasilkan
enzim reverse transcriptase dan memungkinkan virus memasukkan salinan
genetic mereka ke dalam yang terinfeksi, namun tidak dapat menginfeksi manusia.
Jumlah kucing yang terjangkit penyakit ini sudah berkurang dengan kurang dari
1% kucing dehat yang terinfeksi. Penyakit ini karena vaksinasi yang efektif dan
luas pada anak kucing dan kucing dewasa sejak 1990-an.
Epidemiologi
Pengenalan
penyakit
FeLV
adalah penyakit yang disebabkan oleh virus feline leukemia dan sering
diderita oleh kucing. Sebagian kucing yang terinfeksi di usia yang muda karena
dilahirkan dari induk yang juga terinfeksi FeLV, namun kucing lain tertular
penyakit ini melalui kontak langsung dan air liur dari kucing yang terinfeksi.
Pada umumnya kucing penderita FeLV bersikap normal namun, kucing ini memiliki
perlakuan khusus terhadap lingkungan dan kesehatannya. Kucing sangat rentan
terinfeksi gangguan Kesehatan.
Gejala
klinis feline leukemia bervariasi seperti tidak ada nafsu makan, infeksi kulit,
anisocoria, infeksi saluran pernapasan dan kandung kemih, kejang, limfadenopati
atau pembengakakan kelenjar getah bening, lesi kulit, kelelahan, penurunan
berat badan drastic, stomatitis, demam, gingivitis, anemia, diare, dan penyakit
kuning. Tanda-tanda ini akan terlihat secara bertahap.
Virus
ini dapat bersembunyi di dalam sel tubuh pada kucing nah, hal ini disebut
latensi. Virus ini memasukkan DNA nya ke dalam kucing, sehingga virus ini dapat
menimbulkan penyakit jauh setelah infeksi awal. Virus FeLV ini menginfeksi
kucing atau anak kucing dan dapat ditularkan dari kucing melalui air liur atau
cairan hidung yang mengandung virus. Jika sistem imun kucing rendah, maka virus
dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit yang mematikan.
Kucing
terdiagnosa terinfeksi FeLV jika menunjukkan gejala klinis dan telah melakukan
rapid test imunokromatografi ASSAY atau disebut uji strip. Pemeriksaan awal
dengan pengambilan darah pada vena jugularis kemudian diteteskan pada lubang
sampel pada kaset yang telah diiapkan dengan posisi horizontal dan teteskan assay
buffer pada lubang sapel jika menunjukkan dua garis maka kucing tersebut
positif terinfeksi FeLV.
Dampak
penyakit
Penyakit
FeLV ini dapat menyebabkan penyakit kanker yang memengaruhi kerentanan terhadap
infeksi yang berkelanjutan, menekan sistem imun, dan menyebabkan anemia akut.
FeLV juga dapat menyebabkan beberapa abnormalitas dan abnormalitas artritis dengan
sel darah merah.
Pencegahan
penyakit
Dengan
memberikan vaksinasi untuk mencegah infeksi FeLV dan penyakit lainnya. Vaksin feline
leukemia adalah salah satu vaksin inti, yang wajib untuk semua kucing dan anak
kucing. Harus menerapkan program vaksinasi yang sesuai untuk kucing. Usia ideal
untuk mendapatkan vaksinasi pertama adalah delapan minggu, dan diikuti tiga sampai
lima minggu kemudian. Vaksin ini melindungi dari penyakit paling umum dan
beresiko tinggi seperti FCV, FPV, dan FeLV.
Vaksin
feline leukemia memerlukan suntikan lanjutan untuk vaksin FeLV antara usia 12
sampai 16 minggu. Saat mencapai usia satu tahun, kucing bisa diberikan booster
tahunan pertama yang kemudian akan ditindaklanjuti setiap tahun tentunya dengan
arahan dan anjuran dokter yaa. Dengan menjaga pola hidup kucing dan selalu
meperhatikan kebersihan lingkungan dan kucing itu sendiri

Komentar
Posting Komentar