Feline Leukemia Virus

 

Feline Leukemia Virus

 Evelyn zaalfa w.k

193221028

Raillietina echinobothrida 



Feline Leukaemia Virus ( FeLV) atau biasa disebut dengan leukemia kucing adalah retrovirus, virus tersebut bergabung dalam kelompok virus HIV yang menghasilkan enzim reverse transcriptase dan memungkinkan virus memasukkan salinan genetic mereka ke dalam yang terinfeksi, namun tidak dapat menginfeksi manusia. Jumlah kucing yang terjangkit penyakit ini sudah berkurang dengan kurang dari 1% kucing dehat yang terinfeksi. Penyakit ini karena vaksinasi yang efektif dan luas pada anak kucing dan kucing dewasa sejak 1990-an.

Epidemiologi 

Pengenalan penyakit

FeLV adalah penyakit yang disebabkan oleh virus feline leukemia dan sering diderita oleh kucing. Sebagian kucing yang terinfeksi di usia yang muda karena dilahirkan dari induk yang juga terinfeksi FeLV, namun kucing lain tertular penyakit ini melalui kontak langsung dan air liur dari kucing yang terinfeksi. Pada umumnya kucing penderita FeLV bersikap normal namun, kucing ini memiliki perlakuan khusus terhadap lingkungan dan kesehatannya. Kucing sangat rentan terinfeksi gangguan Kesehatan.

Gejala klinis feline leukemia bervariasi seperti tidak ada nafsu makan, infeksi kulit, anisocoria, infeksi saluran pernapasan dan kandung kemih, kejang, limfadenopati atau pembengakakan kelenjar getah bening, lesi kulit, kelelahan, penurunan berat badan drastic, stomatitis, demam, gingivitis, anemia, diare, dan penyakit kuning. Tanda-tanda ini akan terlihat secara bertahap.

Virus ini dapat bersembunyi di dalam sel tubuh pada kucing nah, hal ini disebut latensi. Virus ini memasukkan DNA nya ke dalam kucing, sehingga virus ini dapat menimbulkan penyakit jauh setelah infeksi awal. Virus FeLV ini menginfeksi kucing atau anak kucing dan dapat ditularkan dari kucing melalui air liur atau cairan hidung yang mengandung virus. Jika sistem imun kucing rendah, maka virus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit yang mematikan.

Kucing terdiagnosa terinfeksi FeLV jika menunjukkan gejala klinis dan telah melakukan rapid test imunokromatografi ASSAY atau disebut uji strip. Pemeriksaan awal dengan pengambilan darah pada vena jugularis kemudian diteteskan pada lubang sampel pada kaset yang telah diiapkan dengan posisi horizontal dan teteskan assay buffer pada lubang sapel jika menunjukkan dua garis maka kucing tersebut positif terinfeksi FeLV.

Dampak penyakit

Penyakit FeLV ini dapat menyebabkan penyakit kanker yang memengaruhi kerentanan terhadap infeksi yang berkelanjutan, menekan sistem imun, dan menyebabkan anemia akut. FeLV juga dapat menyebabkan beberapa abnormalitas dan abnormalitas artritis dengan sel darah merah.

Pencegahan penyakit

Dengan memberikan vaksinasi untuk mencegah infeksi FeLV dan penyakit lainnya. Vaksin feline leukemia adalah salah satu vaksin inti, yang wajib untuk semua kucing dan anak kucing. Harus menerapkan program vaksinasi yang sesuai untuk kucing. Usia ideal untuk mendapatkan vaksinasi pertama adalah delapan minggu, dan diikuti tiga sampai lima minggu kemudian. Vaksin ini melindungi dari penyakit paling umum dan beresiko tinggi seperti FCV, FPV, dan FeLV.

Vaksin feline leukemia memerlukan suntikan lanjutan untuk vaksin FeLV antara usia 12 sampai 16 minggu. Saat mencapai usia satu tahun, kucing bisa diberikan booster tahunan pertama yang kemudian akan ditindaklanjuti setiap tahun tentunya dengan arahan dan anjuran dokter yaa. Dengan menjaga pola hidup kucing dan selalu meperhatikan kebersihan lingkungan dan kucing itu sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING