Ektoparasit pada Rusa
Nama : Selva Pratika
Nim : 193221008
Kelompok : Ancylostoma
Caninum
Ektoparasit
pada Rusa
Deksripsi Penyakit
Parasit merupakan organisme yang eksistensinya tergantung pada
organisme lain yang disebut sebagai induk semang atau hospes (Ballweber, 2001).
Berdasarkan sifat hidupnya, parasit dibedakan menjadi dua jenis, yaitu obligat
dan fakultatif. Obligat yaitu parasit yang hanya bisa hidup jika berada pada
inangnya dan fakultatif merupakan parasit yang mampu hidup di air sekitar
lingkungan jika tidak ada inang di sekitarnya (Supriyadi, 2004). Berdasarkan
predileksinya secara umum, parasit terbagi menjadi dua jenis, yaitu endoparasit
yang merupakan parasit yang masuk ke dalam tubuh host seperti jenis cacing dan
protozoa serta ektoparasit yang merupakan suatu jenis parasit yang berada di
luar tubuh hospes seperti golongan lalat, tungau dan caplak. Jenis Ektoparasit
yang dapat menyebabkan timbulnya perdarahan kulit akibat luka-luka serta
permukaan menjadi kasar serta mengalami kebotakan sebagian (Alopecia) (Suwandi,
2001).
Epidemiologi
Penularan dapat
terjadi secara kontak langsung dari rusa terinfeksi ataupun kontak dengan area
yang digunakan oleh rusa yang terinfeksi. Demodekosis tidak menimbulkan risiko
kesehatan manusia maupun rusa yang terinfeksi. Pada famili Ceratopogonidae ini
mencakup lalat penggigit atau punkies. Ada 50 genus dalam famili ini, tetapi
hanya Culicoides. Forcipomyia, dan Leptoconops yang dikenal menyerang hewan
berdarah panas (Levine, 1977). Culicoides variipennis dianggap sebagai vektor
primer virus bluetongue pada ruminansia domestik dan juga sebagai vektor virus
Epizootic Hemorrhagic Disease (EHD) pada hewan berdarah panas serta seringkali
menjadi penyakit fatal pada rusa (Lane & Crosskey, 1993; Smith et al., 1996).
Gigitan Culicoides variipennis dapat menyebabkan lesi yang sangat menyakitkan
serta salivanya akan menimbulkan reaksi alergi yang akut seperti „summer eczema
(hipersensivitas serangga)‟ pada hewan (Sick et al., 2019). Mekanisme transmisi
patogen ini berawal dimana C.variipennis menghisap darah rusa yang terinfeksi
lalu kemudian terbang dan mendarat ke rusa lain, sehingga mampu mentransfer
patogen darah yang tersisa di mulutnya ke rusa yang rentan. Patogen juga dapat
ditularkan melalui air liur yang disuntikksn oleh C.variipennis sebelum
menghisap darah. Rusa yang telah terinfeksi EHDV akan menunjukkan respon demam
dan leukopenia hingga kematian 6-8 hari setelah masa inkubasi virus (Foster et
al., 1977).
Pengenalan
Penyakit
Saat melakukan diagnosa penyakit yang
disebabkan oleh ektoparasit, maka perlu diperhatikan investasi dari ektoparasit
yang berada dipermukaan kulit dan diantara rambut hewan yang dicurigai.
Investasi ektoparasit tersebut dapat menimbulkan beberapa tanda klinis seperti
iritasi kulit, kegatalan yang luar biasa, kerontokan rambut (Alopecia), radang,
myasis (infestasi larva lalat ke dalam jaringan tubuh) dan beragam bentuk
alergi lainnya. Tanda-tanda tersebut mengakibatkan rasa tidak nyaman dan
kegelisahan yang dapat menjadi stress sehingga memperbesar kemungkinan muncul
penyakit sekunder akibat daya tahan tubuh yang menurun, serta menurunnya nafsu
makan yang berlanjut dengan penurunan status gizi hingga kematian.
Dampak Penyakit
Beberapa kerugian yang dapat ditimbulkan
khususnya pada Rusa yaitu Culicoides variipennis sebagai vektor virus Epizootic
Hemorrhagic Disease (EHD) pada hewan berdarah panas serta seringkali menjadi
penyakit fatal pada rusa (Lane & Crosskey, 1993; Smith et al., 1996),
Demodex odocoilei menyebabkan lesi pustular pada kulit serta infeksi bakteri
sekunder (Campbell & VerCauteren, 2011; Hewitt, 2011; Terio et al., 2018) ,
Lepotena mazamae menyebabkan iritasi, alopecia bilateral berat dengan
dermatitis crusting (lateral thoraks, abdomen, punggung, dorsal leher, dan limb),
eczema, kekurangan nutrisi dengan limfodenopati umum dan anemia. Infestasi
parah dapat menyebabkan kematian (Anderson, 2017; Terio et al., 2018).
Pencegahan
Penyakit
Dalam konteks
ini karena rusa termasuk dalam golongan hewan ruminansia, pencegahan atau
pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
1.
Pengendalian
Internal ( Hewan )
- Memandikan rusa secara rutin untuk membersihkan
kotoran dan ektoparasit pada permukaan tubuh.Kotoran merupakan media yang
disukai beberapa jenis vektor seperti lalat.
- Jika ditemukan luka, segera semprot dengan obat
luka Dicodine agar cepat
kering dan mencegah lalat hinggap.
- Menyemprot antiektoparasit pada rusa untuk
mengendalikan tungau, kutu, caplak, lalat
2.
Pengendalian
Esternal ( Lingkungan )
- Membersihkan kandang secara rutin setiap hari,
atau seminggu sekali atau tergantung kebutuhan.
- Rutin membersihkan sisa pakan terlebih jika
kondisinya basah.
- Menjaga lingkungan kandang tetap kering/tidak
membiarkan air menggenang.
- Membersihkan sisa air minum secara rutin.
- Memastikan sirkulasi udara lancar.
- Rutin membersihkan semak-semak disekitar
kandang.
- Memaksimalkan pengelolaan sampah dan kotoran
(agar tidak menjadi tempat perkembang biakan lalat).
- Melakukan rotasi area gembala. Larva caplak akan
mati jika tidak menempel pada inang.
3.
Pengendalian
Biologis
Dengan
memanfaatkan musuh alami ektoparasit. Misalnya kumbang (Carcinops pumilio) dan
lebah (Spalangia nigroaensa) predator ini akan membunuh lalat pada saat fase
larva dan pupa. Cara ini jarang digunakan karena sulit dilakukan, siklus
predator relatif lebih lama dan predator juga dapat sebagai pembawa agen
penyakit.
4.
Pengendalian
Kimia
Dengan memberikan obat pembasmi
ektoparasit. Pemberian obat ini bukan inti dari teknik pengendalian
ektoparasit, melainkan menjadi penyempurna dari pengendalian dengan kontrol
manajemen. Setiap bahan kimia yang digunakan memiliki target tersendiri dalam
membunuh targetnya. Sebagai contohnya penggunaan produk pembasmi lalat dapat
diberikan berdasarkan siklus hidup lalat. Larvasida untuk membunuh larva.
Misalnya Larvatox. Obat lalat
diberikan untuk membunuh lalat dewasa sehingga tidak menghasilkan telur lalat. Contohnya Flytox. Pengendalian kutu,
tungau, caplak dengan Kututox-S atau Delatrin yang
disemprotkan pada lantai kandang dan dinding kandang.

Komentar
Posting Komentar