Bartonellosis Pada Kucing
Nama : Sholeh Hafish Ahmad Fuadi
Kelompok : 5 Diphyllobothrium latum
Bartonellosis
Pada Kucing
Apa
yang dimaksud Bartonellosis
Bartonellosis
adalah sekelompok penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang termasuk
dalam genus Bartonella. Bartonella mencakup setidaknya 22 spesies bakteri
bernama yang sebagian besar ditularkan oleh pembawa (vektor), termasuk kutu,
kutu, atau lalat pasir. Hewan peliharaan dan liar dapat terinfeksi spesies
Bartonella (Bartonella spp) melalui vektor-vektor ini.
Di antara
Bartonella spp, setidaknya 14 telah terlibat dalam penyakit yang dapat
ditularkan dari hewan ke manusia (penyakit zoonosis). Dari spesies zoonosis
ini, beberapa dapat ditularkan ke manusia oleh hewan pendamping seperti kucing,
biasanya melalui gigitan atau cakaran.
Epidemiologi
Bartonellosis merupakan salah satu bakteri yang
paling umum menyerang kucing. Sekitar 40 persen kucing dan anak kucing
diketahui terinfeksi bakteri ini. Biasanya bakteri ini paling banyak terdapat
di bagian mulut atau cakar kucing.
Menurut Emedicine, sebagian besar kasus ini terjadi setelah tercakar,
tergigit, atau terjilat kucing liar, terutama anak kucing. Air liur kucing yang
terinfeksi dapat menjadi penyebab dari penyakit ini.
bartonellosis adalah penyakit yang umumnya
terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini biasanya lebih umum
terjadi pada mereka yang memelihara kucing atau bersinggungan dengan kucing
setiap hari. Maka dari itu, jika kamu sehabis mengalami gigitan kucing dan
merasakan gangguan pada kelenjar getah bening di kulit, ada baiknya
berhati-hati terhadap penyakit ini.
Ada
beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang
bartonellosis, yaitu:
- Memelihara kucing, terutama
kucing kecil yang lebih aktif bermain
- Tidak membersihkan luka cakaran
atau gigitan kucing dengan segera
- Membiarkan kucing menjilati luka
terbuka di kulit
- Tidak membasmi kutu kucing
Gejala
Pada kucing yang
terserang bartonellosis umunya tanpa gejala, gejala dapat muncul ketika kucing
dalam kondisi stres atau bersamaan penyakit lain. Infeksi serius menimbulkan
gejala seperti demam (2-3 hari), muntah,
kelemahan umum, mata merah, pembesaran kelenjar limfe, dan penurunan nafsu
makan
Pada manusia
umumnya dapat terlihat beberapa hari setelah dicakar. Pertama, biasanya akan
muncul benjolan yang melepuh di tempat gigitan atau cakaran yang sering kali
mengandung nanah. Mulai 1 hingga 3 minggu kemudian, kelenjar getah bening yang
terdekat dengan benjolan akan mulai membengkak. Pembengkakan berarti sel darah
putih (lymphocytes) yang merupakan sel pelawan infeksi akan bertambah banyak
dan melawan bakteri.
Diagnosis
Untuk mendiagnosis penyakit, biasanya dokter akan melakukan
pemeriksaan fisik untuk mengetahui gejala yang muncul dan menanyakan riwayat
kontak dengan kucing.
Dokter juga mungkin akan melihat kelenjar getah bening yang
membengkak yang berisi nanah dan mengering, melalui kulit di sekitar area luka
cakaran. Terkadang, tes darah juga diperlukan guna mengetahui keberadaan
bakteri.
Dampak yang ditimbulkan
komplikasi serius bisa saja dialami oleh manusia, seperti
gangguan fungsi jantung dan kerusakan otak. Terlihat sepele memang, tetapi jika
gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, komplikasi parah bisa saja muncul dan
mengganggu kesehatanmu secara total.
Pencegahan yang dapat
dilakukan
Bartonellosis
dapat dicegah dengan melakukan upaya-upaya sebagai berikut:
- Hindari gigitan atau cakaran
kucing.
- Cuci tangan dengan
sabun dan air mengalir setelah bermain dengan kucing.
- Jangan biarkan kucing menjilati
luka yang ada di kulit Anda.
- Rawat kucing Anda dengan baik,
seperti memotong kukunya secara rutin.
- Rutin menggunakan produk
antikutu untuk mengusir kutu pada kucing
- Jangan memelihara dan bermain
secara aktif dengan kucing liar.

Komentar
Posting Komentar