ACANTHOCEPHALIASIS PADA ULAR HIJAU

 Wild and Domestic Animal Care

Nama               : Erliza Kusuma Pratiwi

NIM                : 193221053

Kelompok       : Raillietina echinobothrida

 

Acanthocephaliasis Pada Ular Hijau (Trimeresurus insularis)

 




Acanthocephaliasis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi cacing dari filum Acanthocephala. Acanthocephala pada ular dapat bertindak sebagai inang paratenik maupun inang definitif tergantung pada stadium mana dan dimana acanthocephala ditemukan. Dalam siklus hidup acanthocephala, inang paratenik penting dalam kelangsungan hidup acanthocephala dalam menjembatani penularan acanthocephala dari host intermediate perairan ke host definitig teristorial. Semua siklus hidup acanthocephala merupakan tidak langsung, dimana acanthocephala membutuhkan lebih dari satu host untuk bertahan hidup. Arthropoda atau crustacea merupakan inang perantara dan semua kelas vertebrata dapat berfungsi sebagai inang definitif acanthochepala. Inang definitif yang paling sering adalah ikan, burung, mamalia, amfibi, dan reptil.

Acanthochepala memiliki morfologi berwarna putih, berbentuk silinder dengan panjang mulai dari 3-7 cm, dengan ciri khusus ketika diamati dengan mikroskop binokuler dengan perbesaran 100x, ditandai adanya probosis yang memiliki duri dibagian anterior.Infeksi Acanthochephala pada umumnya merupakan parasit yang menyebabkan banyak kerugian, tidak hanya mempengaruhi penyerapan nutrisi yang optimal akibat kompetisi penyerapan nutrisi antara inang dengan parasit tersebut tetapi juga dapat melukai jaringan. Morfologi Acanthochephala yang memiliki hook pada probosis yang menancap pada jaringan ini dapat menghasilkan massa pengkapuran akibat reaksi peradangan di area jaringan yang mengalami perlukaan. Acanthochepala pada ular umumnya mengakibatkan kerugian pada inang yaitu, terjadinya kompetisi penyerapan nutrisi bersamaan dengan peradangan yang terjadi akibat hook pada probosisnya.

Infestasi Acanthochepala dalam jumlah besar pada jaringan otot dapat menyebabkan peradangan dimana Ular sebagai hewan melata menggunakan otot sebagai alat gerak akan mengalami paralisis sehingga mengakibatkan kesulitan dalam bergerak. Perubahan patologis disebabkan oleh infeksi normal pada ular ketika parasit Acanthocephala bermigrasi melalui dinding gastrointestinal, kemudian dienkapsulasi dalam rongga tubuh atau melanjutkan migrasi dalam jaringan subkutan tergantung pada tahap infeksi. Tingkat infeksi Acanthochepala menginfeksi ular menggambarkan interaksi saat terjadinya paparan parasit pada stadium infekstif terhadap inang. Infeksi parasit yang muncul pada satwa liar akan memeberi pengaruh yang berbeda antar individu dan populasi. Faktor lingkungan dan biologis berperan penting dalam proses penularan. Proses yang bisa mempengaruhi seperti usia, pola makan, habitat dan respon imun.

 

Sumber Literatur :

Yudhana, A., Praja, R. N., & Supriyanto, A. (2021, April). Acanthocephaliasis And Sparganosis Occurrence in An Asian Vine Snake (Ahaetulla prasina): A Perspective of Neglected Zoonotic Disease. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 755, No. 1, p. 012003). IOP Publishing.

 

#TUGASHALOHMKH2022

#ERLIZAKUSUMAPRATIWI

#6_RAILLIETINA ECHINOBOTHRIDA

#KHSIKIAUNAIR

#VIVAVETERINER

Komentar

Postingan populer dari blog ini

penyakit metabolic bone disease pada iguana

Mengenal FIV, Virus Mematikan Pada Kucing

TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING